Tahun ajaran 2026/2027 membawa 28.478 siswa baru ke Sekolah Rakyat, menambal jarak antara anak dari keluarga desil terbawah dan bangku sekolah. Jumlah titiknya naik dari 166 menjadi 182.
Di Jalan Serawai, Kelurahan Sukarami, Kota Bengkulu, 262 anak mulai menata lemari di kamar asrama pada Senin, 20 Juli 2026. Mereka murid Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu: 52 di jenjang SD, 90 di SMP, dan 120 di SMA. Tidak ada uang pangkal, tidak ada seragam yang harus dibeli, tidak ada biaya kos. Kepala sekolahnya, Yuliarma Yenni, menyebut harapan yang paling sederhana sekaligus paling sulit di daerahnya, yaitu angka putus sekolah yang turun.
Bengkulu cuma satu titik. Pada tahun ajaran 2026/2027, Kementerian Sosial menetapkan 28.478 siswa baru masuk Sekolah Rakyat. Rinciannya 6.305 murid SD dalam 210 rombongan belajar, 11.186 murid SMP dalam 373 rombel, dan 11.077 murid SMA dalam 369 rombel. Digabung dengan angkatan sebelumnya, total peserta didik program ini mencapai 43.346 orang dalam 1.550 rombel. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengumumkannya di Jakarta pada 13 Juli 2026 dan mengingatkan angkanya masih bergerak. “Data terus bergerak. Apa yang kami sampaikan hari ini adalah data per hari ini dan masih dimungkinkan bertambah seiring hasil verifikasi dan penetapan bersama pemerintah daerah,” katanya.
Yang membuat program ini berbeda dari sekolah negeri biasa adalah cara mencari muridnya. Tidak ada loket pendaftaran. Petugas yang mendatangi rumah. Calon siswa disaring dari keluarga desil 1 dan desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), lapisan paling miskin dalam basis data pemerintah, lalu diverifikasi bersama pendamping sosial, pemerintah daerah, dan BPS. Tidak ada tes akademik. “Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan,” ujar Saifullah, yang akrab disapa Gus Ipul.
Jaringannya melebar cepat. Badan Komunikasi Pemerintah menyatakan pada 22 Juli 2026 bahwa jumlah titik Sekolah Rakyat naik dari 166 menjadi 182 sekolah. Setahun sebelumnya, 166 titik itu tersebar di 141 kabupaten/kota di 34 provinsi dan menampung 14.776 siswa. Dari 182 titik tahun ini, 93 di antaranya sudah menempati gedung permanen; sisanya masih berstatus rintisan yang memakai bangunan yang ada lebih dulu. Gus Ipul menargetkan lebih dari 100 gedung permanen beroperasi sampai akhir 2026, dan lebih dari 200 pada 2027.
Masa pengenalan lingkungan sekolah digelar bertahap dalam empat gelombang selama 19 hari, dimulai 14 Juli 2026 di 19 sekolah permanen, lalu 31 Juli di 63 sekolah, 15 Agustus di 8 rintisan baru, dan 31 Agustus di 11 sekolah sisanya. Isinya 36 materi dalam tujuh kelompok tematik. Literasi digital masuk sejak jenjang SD, lengkap dengan aturan ponsel yang dilarang saat belajar, sementara laptop dan komputer dipakai di bawah pengawasan guru. Ada pula lima hari pendampingan personel TNI dan Polri soal kedisiplinan dan ritme harian di asrama.
Bukti bahwa program ini bergerak sudah muncul lebih awal. Pada Mei 2026, Kemensos mengumumkan angkatan pertama Sekolah Rakyat meluluskan 453 siswa: 329 dari SD, 113 dari SMP, dan 11 dari SMA. Dari 11 lulusan SMA itu, lima berencana kuliah dan empat ingin masuk TNI.
Pekerjaan rumahnya tidak sedikit, dan Kemensos mengakuinya sendiri. Kuota jenjang SD baru terisi sekitar separuh, kira-kira 5.000 dari 9.000 kursi, karena banyak orang tua belum rela melepas anak seusia itu tinggal di asrama. Gus Ipul juga mengaku kekurangan tenaga: “Untuk tenaga kependidikan, kami masih kurang guru, masih kurang wali asrama dan tenaga pendukung lainnya,” katanya pada 3 Juni 2026. Rekrutmen PPPK 2026 membuka 3.053 formasi guru dan 5.127 formasi tenaga kependidikan. Soal uang, Kemensos mengusulkan tambahan anggaran Rp22,49 triliun untuk 2027 dan menyebut 101.606 siswa Sekolah Rakyat akan terdampak bila kekurangan Rp3,64 triliun tidak tertutup.
Pemerintah menargetkan 500 sekolah pada 2029. Ujian sebenarnya bukan pada seberapa cepat gedung berdiri, melainkan pada berapa banyak dari 43.346 anak itu yang bertahan sampai kelas terakhir.
Sumber & Rujukan
- Mensos Umumkan 28.478 Siswa Baru Masuk Sekolah Rakyat 2026/2027 – CNN Indonesia
- Sekolah Rakyat 2026 Tampung 28.478 Siswa Baru dari Keluarga Miskin Ekstrem – detikcom
- 28.478 siswa baru Sekolah Rakyat dibekali etika bermedsos – ANTARA News Yogyakarta
- 101 Sekolah Rakyat Mulai MPLS Besok, Digelar 4 Gelombang Selama 19 Hari – detikcom
- Pemerintah Ekspansi Sekolah Rakyat ke 182 Titik pada TA 2026 – Tirto
- Tahun Ini Sekolah Rakyat Diperluas Jadi 182 Titik, 93 Lokasi Sudah Permanen – Republika
- 178 Sekolah Rakyat Tampung 48.972 Siswa Tahun Ajaran Baru 2026/2027 – CNBC Indonesia
- Mensos Targetkan 100 Gedung Sekolah Rakyat Permanen Beroperasi pada Agustus 2026 – Bisnis.com
- Kemensos: Jumlah siswa Program Sekolah Rakyat capai 45 ribu pada 2026 – ANTARA News
- Sekolah Rakyat Bengkulu terima 262 siswa di tahun ajaran baru 2026 – ANTARA News Bengkulu
- Mensos: Sekolah Rakyat siap luluskan 453 siswa pada tahun ini – ANTARA News
- Jelang 1 Tahun Beroperasi, Sekolah Rakyat Krisis Guru dan Tenaga Pendidik – detikcom
- Rekrutmen PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026: Formasi, Syarat, Cara Daftar – CNN Indonesia
- Mensos: Sekolah Rakyat terdampak jika tambahan anggaran tak disetujui – ANTARA News
- Portal resmi Sekolah Rakyat – Kementerian Sosial


