Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan program peremajaan dan perluasan tanaman tebu rakyat seluas 1.463 hektare di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menurut ANTARA, 1 November 2026. Program itu bertujuan meningkatkan produktivitas perkebunan dan memperkuat pasokan bahan baku industri gula, dan petani tebu di Dompu menjadi penerima langsungnya.
Tebu rakyat Dompu: 700 hektare diremajakan, 763 hektare diperluas
Program melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan itu terdiri atas dua bagian. Bongkar ratoon, yaitu peremajaan tanaman tebu, seluas 700 hektare, dan perluasan areal tanam seluas 763 hektare. Pembagian itu, menurut ANTARA, menjangkau kelompok tani di dua kecamatan, Pekat dan Woja.
Untuk peremajaan, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Assyadat menjelaskan program bongkar ratoon menyasar 25 kelompok tani di Desa Sorinomo, Nangakara, dan Beringin Jaya, Kecamatan Pekat. Sementara itu, program perluasan areal tanam seluas 763 hektare menyasar 22 kelompok tani, terdiri atas 18 kelompok di Kecamatan Pekat dan empat kelompok di Kecamatan Woja.
Dukungan yang disiapkan tidak berhenti pada benih. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Syahrul Ramadhan mengatakan dukungan pemerintah tidak hanya berupa benih tebu, tetapi juga pupuk nonsubsidi dan bantuan biaya tenaga kerja berdasarkan perhitungan Hari Orang Kerja (HOK) untuk menunjang kegiatan budi daya tebu rakyat.
Peremajaan itu sendiri dilakukan dengan mengganti tanaman tebu yang telah mengalami penurunan produktivitas menggunakan benih baru agar hasil panen pada musim berikutnya dapat meningkat. Benih baru menjadi awal rangkaian dukungan itu, pupuk nonsubsidi menopang budi daya, dan bantuan biaya tenaga kerja yang dihitung berdasarkan Hari Orang Kerja menopang pekerjaan di kebun.
Di Kecamatan Pekat, program ini hadir lewat dua jalur sekaligus: 25 kelompok tani di tiga desa untuk bongkar ratoon, dan 18 kelompok tani untuk perluasan areal tanam. Di Kecamatan Woja, perluasan areal tanam menyasar empat kelompok tani. Dengan rincian itu, Kecamatan Pekat memuat kelompok tani peremajaan dan kelompok tani perluasan, sedangkan Kecamatan Woja memuat kelompok tani perluasan.
Bagi kelompok tani, tiga dukungan itu datang sebagai satu paket: benih untuk mengganti tanaman lama, pupuk nonsubsidi untuk budi daya, dan biaya tenaga kerja untuk pekerjaan di kebun.
Syarat administrasi disiapkan sebelum bantuan disalurkan
Yang masih jadi PR adalah pendampingan kelompok tani calon penerima sampai mereka memenuhi persyaratan yang diminta kementerian. Pemerintah daerah tengah mendampingi kelompok tani calon penerima untuk melengkapi persyaratan administrasi, termasuk pembukaan rekening kelompok sebelum bantuan disalurkan. “Program bongkar ratoon dan perluasan tanaman tebu rakyat ini sedang kami fasilitasi agar petani dan kelompok tani memenuhi persyaratan yang diminta kementerian,” kata Syahrul saat dihubungi dari Dompu.
Yang bisa dicek berikutnya adalah kelengkapan persyaratan administrasi kelompok tani, terbukanya rekening kelompok, dan tersalurnya benih, pupuk nonsubsidi, serta bantuan biaya tenaga kerja. Setelah itu, hasil panen pada musim berikutnya menjadi penanda apakah benih baru dan peremajaan 700 hektare serta perluasan 763 hektare itu mengangkat produktivitas kebun tebu rakyat Dompu. Bila persyaratan itu lengkap dan rekening kelompok terbuka, bantuan benih, pupuk nonsubsidi, dan biaya tenaga kerja dapat disalurkan kepada 25 kelompok tani peremajaan dan 22 kelompok tani perluasan.
Baca juga: Prabowo Catat Hampir Rp2.000 Triliun Investasi Dalam Negeri



