Pembangunan

Prabowo Beri 275 Warga Eks Bantaran Rel Senen Hunian Layak

69 keluarga eks bantaran rel Pasar Gaplok menempati 324 unit Hunian Senen. Prabowo mengecek langsung Jumat malam, 28 Agustus 2026.

Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan warga di lorong Hunian Senen, Jalan Kramat Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Jumat malam, 28 Agustus 2026 (tangkapan layar video). Warga yang menempati hunian tersebut adalah keluarga yang direlokasi dari bantaran rel kereta api kawasan Pasar Gaplok. Foto: BPMI Setpres

Sebanyak 69 keluarga eks bantaran rel Pasar Gaplok sudah menempati Hunian Senen di Jakarta Pusat. Presiden Prabowo mendatangi mereka Jumat malam, 28 Agustus 2026, lima bulan setelah janji di pinggir rel.

Sebanyak 69 keluarga atau sekitar 275 jiwa bekas penghuni bantaran rel Pasar Gaplok sudah menempati Hunian Senen di Jalan Kramat Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Pemindahannya selesai dalam tiga hari pada akhir Juni 2026.

Angkanya bisa dijumlahkan sendiri oleh pembaca: 11 keluarga berangkat Kamis, 25 Juni 2026, 47 keluarga menyusul Jumat, 26 Juni, dan 11 keluarga terakhir Sabtu, 27 Juni. Jarak pindahnya sekitar 2,5 kilometer dari permukiman lama.

Permukiman yang mereka tinggalkan menempel di jalur kereta menuju Stasiun Pasar Senen, salah satu jalur tersibuk di ibu kota. Sebagian keluarga sudah puluhan tahun tinggal di sana, tidur, memasak, dan membesarkan anak beberapa langkah dari rangkaian yang lewat. Syahrur Rosi (58), warga asal Madura yang mengurus kawasan itu sejak 2010 dan kini dipercaya menjaga keamanan lingkungan baru, mengingat atap rumahnya dulu hanya terpal. “Ya bersyukur, bahagia semuanya. Semuanya, yang awalnya dari atap terpal sekarang jadi kayak rumah,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto mendatangi bantaran rel itu pada Kamis, 26 Maret 2026, dan menjanjikan hunian yang lebih layak. Alasan di balik keputusannya dijelaskan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin. “Selama ini mereka diusir, tapi tanpa solusi. Sekarang kita kasih mereka solusi,” katanya pada 9 Juli 2026. Sasaran penghuninya juga dikunci sejak awal. “Data penghuni sudah kami siapkan. Prioritas pertama adalah warga bantaran rel di Pasar Gaplok,” ujar Bobby saat meninjau lokasi, 9 Juni 2026.

Bangunannya berdiri cepat. PT Hutama Karya (Persero) mulai mengerjakan Hunian Senen pada 3 April 2026, mencatat progres 99,04 persen pada 28 April 2026, dan menuntaskannya sebelum tenggat 15 Juni 2026. Hasilnya 324 unit hunian sementara di lahan sekitar 1,61 hektare berstatus hak guna bangunan milik PT Angkasa Pura Indonesia. Tiap unit berukuran 4,5 x 4,5 meter, diisi dua tempat tidur, lemari, dan kipas angin. Di luar unit tersedia dapur umum, area cuci, toilet terpisah untuk laki-laki dan perempuan, musala, ruang komunal, taman bermain anak, dan area parkir, ditambah sistem penerangan, akses satu pintu, serta kamera pengawas. Sewa, listrik, dan air digratiskan pada enam bulan pertama.

Jumat malam, 28 Agustus 2026, Presiden datang lagi menemui orang-orang yang sama, kali ini di luar agenda dan seusai kegiatan kenegaraan di Istana Merdeka. Dia masuk ke lorong hunian dan memeriksa hal-hal kecil. “Lancar airnya, ya?” tanyanya kepada seorang penghuni. Bagi Syahrur itu pertemuan kedua. “Ini sudah kedua kalinya. Yang pertama bertemu di bantaran rel Pasar Gaplok dan kedua di Hunian Senen,” ucapnya.

Yang masih jadi PR menempel pada satu kata di nama programnya, yaitu sementara. Hunian Senen dibangun sebagai hunian sementara, dan pembebasan biaya sewa, listrik, serta air hanya berlaku enam bulan pertama. Sesudah itu pengelolaannya dievaluasi, dan besaran biaya yang akan ditanggung penghuni belum ditetapkan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait sendiri menekankan syarat yang belum bisa dianggap selesai saat meninjau lokasi pada 9 Juni 2026, yaitu memastikan penghuni yang menempati hunian ini benar-benar sesuai dengan tujuan awal relokasinya. Warga sendiri berharap lebih jauh. Samsudin, salah satu penghuni yang ikut pindah, menyebut keinginannya bisa tinggal di sana secara permanen.

Sisa unitnya sudah punya calon penghuni. “Jadi di Kramat, kita bikin 324 unit. Yang sudah terisi 69 unit. Sekarang kita mau pindahkan yang di Kampung Bandan,” kata Bobby pada 9 Juli 2026. Sekitar 100 keluarga dari Kampung Bandan disiapkan menyusul, dan bantaran rel kawasan Palmerah masuk antrean berikutnya. Dua hal yang paling gampang dicek nanti: berapa dari 324 unit itu benar-benar terisi, dan berapa rupiah yang harus keluar dari kantong 69 keluarga pertama begitu masa enam bulan bebas biaya itu berakhir.

Sumber & Rujukan