Anak sekolah di Pacet tidak lagi menyeberang sungai lewat jembatan bambu. Per akhir Juli 2026, 1.416 jembatan desa sudah berdiri dan Presiden Prabowo meminta sisanya dikebut sampai 5.000 unit tuntas akhir tahun.
Sampai awal Mei 2026, anak sekolah di Kampung Rumbia, Desa Sukarame, masih menyeberang sungai lewat jembatan bambu untuk sampai ke kelas. Sering basah kuyup. Kalau air naik, penyeberangan berhenti. Pada Rabu, 6 Mei 2026, Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda sepanjang 50 meter dan lebar 1,2 meter yang menghubungkan kampung itu dengan Kampung Cibutak, Desa Cikitu, di Kecamatan Pacet. Petani di dua kampung kini punya jalur angkut yang tidak bergantung ketinggian air.
Cerita seperti ini yang jadi ukuran program jembatan desa. Bukan panjang bentangnya, tapi berapa jam hidup warga yang kembali.
Badan Komunikasi Pemerintah mencatat, sampai 28 Juli 2026 sudah ada 1.416 jembatan selesai dibangun di bawah program Jembatan Garuda, atau 49,9 persen dari target 2.838 unit yang tersebar di 38 provinsi. Sebanyak 1.422 unit lagi masih dalam pengerjaan. Jembatan yang sudah berdiri terdiri atas 524 unit tipe armco, 459 beton, 353 perintis, dan 80 bailey.
Bakom menyebut jaringan itu menyentuh 7.371 desa dan kelurahan dengan perkiraan 4.252.500 penerima manfaat. Akses ke 8.505 sekolah, 4.250 fasilitas kesehatan, dan 4.360 sentra ekonomi ikut terbuka. Rata-rata waktu tempuh warga terpangkas 45 sampai 50 menit. “Program ini merupakan upaya percepatan penyediaan akses dasar bagi masyarakat di daerah terpencil,” kata Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom, Kurnia Ramadhana.
Di tingkat kebijakan, tekanannya datang dari Istana. Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah sudah menyelesaikan 1.000 dari 5.000 jembatan desa yang diminta warga, dan menargetkan seluruhnya tuntas akhir 2026. Satuan tugas percepatannya dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dengan pengerjaan di lapangan melibatkan prajurit satuan kewilayahan bersama warga.
Prabowo mengulang soal ini pada 7 Agustus 2026 di Jakarta, saat peluncuran dan bedah buku Bahlil Lahadalia. Ia menyebut sekitar 2.500 unit sedang dikerjakan di berbagai daerah. “Sekian ribu jembatan yang kita bangun, jembatan yang dirasakan oleh rakyat,” ujarnya. Presiden juga memberi peringatan kepada kepala daerah yang lamban menanggapi keluhan warga desa: “Kalau gubernur, kalau bupati, kalau camat, kalau kepala desa tidak bisa mengatasi teriakan rakyat di desa, kita tidak segan-segan. Presiden turun tangan.”
Soal biaya, Prabowo memberi rentang yang cukup gamblang. Satu jembatan desa umumnya menelan Rp400 juta sampai Rp800 juta, sedangkan jembatan besar bisa Rp2 miliar sampai Rp3 miliar. Angka itu berdampingan dengan dana desa Rp1 miliar per desa per tahun, yang membuat satu jembatan sederhana masuk akal dibiayai dari kombinasi anggaran pusat dan desa.
Pengerjaan di lapangan berjalan sampai ke ujung barat. Satgas Jembatan Gantung Kodim 0108/Agara melaporkan progres 88 persen untuk jembatan di Desa Kuning Abadi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, per 30 Juli 2026.
Yang masih jadi PR
Kecepatan dan mutu tidak selalu jalan beriringan. Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin Asmoro, saat meninjau proyek jembatan gantung di Desa Kleban, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan pada 27 Juli 2026, meminta kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan diletakkan di atas urusan mengejar tenggat. Ia menyoroti perlunya pengawasan berkelanjutan agar pelaksanaan sesuai spesifikasi teknis, serta koordinasi antara pemerintah, kontraktor, konsultan, dan warga setempat.
Pekerjaan rumah kedua muncul setelah pita digunting: siapa yang merawat. Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum menerbitkan Surat Edaran Nomor 13/SE/Db/2026 tentang perancangan gambar standar pelaksanaan dan pemeliharaan konstruksi jembatan untuk pedesaan. Aturan itu ada, penerapannya di ribuan titik yang tersebar di 38 provinsi belum bisa diukur publik.
Selisih angka juga perlu dirapikan. Target 5.000 jembatan yang disebut Presiden dan basis 2.838 unit dalam data Bakom punya cakupan berbeda. Sampai 12 Agustus 2026, laporan resmi terbaru masih bertanggal 28 Juli. Kalau sisa 1.422 unit harus rampung dalam waktu kurang dari lima bulan, publik berhak tahu berapa persis yang tersisa dan di kabupaten mana saja.
Sumber & Rujukan
- Prabowo: Pemerintah percepat pembangunan jembatan desa (ANTARA, 7 Agustus 2026)
- Prabowo targetkan pembangunan 5.000 jembatan desa selesai akhir 2026 (ANTARA, 20 Juli 2026)
- Jembatan Garuda Hubungkan 7.371 Desa (Harian Jogja, 11 Agustus 2026, data Bakom per 28 Juli 2026)
- Jembatan Gantung Perintis Garuda Resmi Dibuka, Warga Pacet Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah dan Bertani (Jabar Ekspres, 6 Mei 2026)
- Progres Pembangunan Capai 88 Persen, Satgas Jembatan Gantung Kodim 0108/Agara (Kodam Iskandar Muda, 4 Agustus 2026)
- Monitoring Proyek Jembatan Gantung, Komisi V Syafiuddin: Kualitas Harus Jadi Prioritas (Fraksi PKB DPR RI, 27 Juli 2026)
- Surat Edaran Dirjen Bina Marga Nomor 13/SE/Db/2026 tentang Perancangan Gambar Standar Pelaksanaan dan Pemeliharaan Konstruksi Jembatan untuk Pedesaan (Judesa)



