Ekonomi

Prabowo Turunkan Bunga Mekaar ke 8 Persen Lewat Kementerian UMKM

Pemerintah menyiapkan Rp2,6 triliun untuk subsidi KPPS bagi debitur PNM Mekaar, dengan bunga tetap 8 persen per tahun dan plafon hingga Rp15 juta per akad.

Prabowo Turunkan Bunga Mekaar ke 8 Persen Lewat Kementerian UMKM
Menteri UMKM Maman Abdurrahman usai Rakortas di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (2/11/2026). (Foto: ANTARA/Bayu Saputra)

Pemerintah menyiapkan Rp2,6 triliun untuk subsidi penurunan bunga mekaar bagi debitur PNM Mekaar dalam program Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS). Subsidi itu memangkas suku bunga pembiayaan menjadi bunga tetap 8 persen per tahun, menurut Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dan ANTARA, 2 November 2026.

Bunga Mekaar Turun dari Kisaran 18 Sampai 25 Persen

Bunga mekaar yang baru itu jauh lebih ringan dari sebelumnya. ANTARA dan matamata.com mencatat suku bunga sebelumnya berada di kisaran 18 persen sampai 25 persen per tahun, sedangkan pembiayaan produktif dalam program ini memiliki plafon hingga Rp15 juta per akad. ANTARA juga mencatat bunga tetap 8 persen itu akan berlaku secara permanen.

Sasarannya besar. Maman mengatakan program KPPS diharapkan mampu meringankan beban pembiayaan dari 12-15 juta debitur perempuan yang terdaftar di PNM Mekaar. Menurut Maman, konsep besarnya adalah ekonomi kerakyatan. Beban yang lebih ringan diharapkan membuat para debitur bisa melaju lebih kencang dan pertumbuhan usaha mereka bisa lebih cepat.

Menteri UMKM itu menjelaskan hitungan anggaran yang disiapkan untuk sisa tahun ini. “Sementara ini, untuk sampai akhir Desember sudah disiapkan kurang lebih sekitar Rp2,6 triliun. Nanti akan kami kalkulasi kembali Rp2,6 triliun itu, dan berdasarkan batas waktu dua bulan ini bisa mencakup berapa nasabah,” ujar Maman usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kredit Pemberdayaan Perempuan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 2 November 2026.

Uji Coba 2.000 Nasabah Sebelum Penerapan

Sebelum diterapkan luas, pemerintah melakukan uji coba lapangan. Uji coba itu melibatkan sekitar 2.000 nasabah perempuan, dan Maman mengatakan hasil uji coba itu sudah dievaluasi, termasuk catatan-catatan yang muncul selama uji coba. Untuk penyempurnaan program, Kementerian UMKM dan PNM Mekaar menyepakati kerja sama teknis. Kementerian UMKM bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran, sedangkan PNM Mekaar menjadi pihak pelaksana.

Matamata.com mencatat pelaksanaan program dengan bunga baru ini dijadwalkan mulai berjalan pada pekan kedua November 2026. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memastikan subsidi penurunan bunga seluruhnya dipenuhi oleh pemerintah, termasuk asuransi.

Yang masih jadi PR adalah cakupan pada sisa tahun ini. Pelaksanaan pada sisa tahun ini masih sebagian, dan jumlah nasabah yang bisa tercakup dari Rp2,6 triliun dalam waktu 2 bulan masih dihitung ulang oleh Maman. Jadwal pelaksanaan juga sempat bergeser dari target awal karena pemerintah lebih dulu melakukan uji coba lapangan, dan Maman menegaskan pelaksanaan KPPS tetap dilakukan pada tahun ini dengan menyasar sebagian debitur PNM Mekaar.

Ukuran yang bisa dicek kemudian sudah tertulis di angka program ini. Pemangkasan bunga mekaar menjadi 8 persen per tahun pada pekan kedua November 2026, cakupan nasabah dari kalkulasi ulang Rp2,6 triliun sampai akhir Desember 2026, dan plafon Rp15 juta per akad menjadi patokan apakah beban 12-15 juta debitur perempuan itu benar-benar menjadi lebih ringan. Patokan itu bisa dibaca ulang dari tiga angka yang sama: bunga tetap 8 persen per tahun, plafon Rp15 juta per akad, dan anggaran Rp2,6 triliun sampai akhir Desember 2026.

Baca juga: UU PFII Sah, Indonesia Genjot Ekonomi Menuju 8 Persen

Sumber & Rujukan

  1. Pemerintah Anggarkan Rp2,6 T Demi Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8%, CNBC Indonesia, 2 November 2026
  2. Pemerintah Anggarkan Rp2,6 Triliun Subsidi PNM Mekaar, Bunga Turun Jadi 8 Persen Permanen, matamata.com, 2 November 2026
  3. Pemerintah anggarkan Rp2,6 T buat subsidi PNM Mekaar bunga 8 persen, ANTARA, 2 November 2026