Pembangunan

Pemerintahan Prabowo Genjot Kualitas 5G Lewat Frekuensi 2.600 MHz

Kemenkomdigi menyerahkan pita 2.600 MHz ke semua operator seluler untuk kualitas 5G, setelah cakupan konektivitas tembus lebih dari 90 persen.

Pemerintahan Prabowo Genjot Kualitas 5G Lewat Frekuensi 2.600 MHz
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyampaikan paparan pada Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Halaman Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat. (Foto: Komdigi)

Frekuensi 2.600 MHz kini sudah di tangan semua operator seluler Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merilis pita itu untuk menaikkan kualitas layanan 5G, lanjutan dari pita 700 MHz yang lebih dulu dipakai untuk memperluas 4G. Kabar itu datang dari Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo saat Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Halaman Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, dan dimuat Komdigi pada Minggu, 27 September 2026.

Dua Pita, Dua Tugas

Pembagian dua pita itu tugasnya dipisah tegas. Frekuensi 700 MHz diberikan kepada operator seluler untuk teknologi 4G, dengan tugas menutup daerah-daerah yang masih blank spot (tidak tersinyal). Frekuensi 2.600 MHz diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas 5G. Menurut rilis Komdigi, penyerahannya dari sisi pemerintah sudah selesai.

“Baru-baru ini kita baru merilis frekuensi 700 MHz dan 2.600 MHz, 700 MHz bagi teman-teman di operator seluler dan di lingkungan komunikasi sangat penting untuk coverage area, bagaimana 700 MHz digunakan untuk teknologi 4G untuk menutup semua daerah-daerah blank spot kita,” ungkap Angga. Tentang pita kedua ia lebih ringkas: “2.600 MHz untuk lompatan kita, untuk kualitas 5G.”

Frekuensi 2.600 MHz di Atas Cakupan 90 Persen

Frekuensi 2.600 MHz ini ditumpangkan pada fondasi cakupan yang menurut pemerintah sudah lebar. Cakupan konektivitas digital Indonesia saat ini mencapai lebih dari 90 persen. “Capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sudah ter-cover,” ujar Angga. Fokusnya, kata dia, kini bergeser dari luas ke mutu: “kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik.”

Dua pita, satu kepastian di sisi pemerintah: frekuensi 2.600 MHz sudah digelar dan seluruh operator seluler sudah memilikinya. “Seperti kita tahu, 5G kita masih belum luas sebarannya, Alhamdulillah dengan 2.600 MHz ini sudah kita gelar dan semua operator seluler sudah memiliki,” kata Angga. Artinya, frekuensi 2.600 MHz tidak lagi menunggu di meja regulator. Dengan fondasi itu, pergeseran fokusnya pun jelas: dari mengejar angka cakupan yang sudah di atas 90 persen, ke mutu sinyal yang sampai ke perangkat pengguna.

Pemerintah juga menaruh harapan pada kolaborasi. “Dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri, hari ini kan kemajuan teknologi juga begitu cepat, nah inilah semangat itu yang sedang kita tumbuhkan,” jelas Angga. Artinya, pita yang sudah di tangan operator belum otomatis berubah jadi jaringan 5G yang lebih baik; kecepatan penggarapannya menumpang pada industri yang menerima frekuensinya.

Yang masih jadi PR adalah sebaran 5G itu sendiri, dan Angga menyebutnya di tempat yang sama. “5G kita masih belum luas sebarannya,” katanya. Pemerintah mematok ukuran waktunya: dalam tiga tahun ke depan, perkembangan 5G di Indonesia diharapkan semakin besar dan semakin baik, terutama kualitas layanan kepada publik dan harga yang terjangkau. Komdigi belum merinci berapa pita yang diserahkan per operator, tanggal persis penyerahannya, maupun komitmen tarif dari masing-masing penerima frekuensi.

Ukurannya bisa dicek dari dua angka yang sudah dipatok. Pertama, tiga tahun dari 27 September 2026 untuk menguji apakah 5G memang meluas dan murah seperti harapan Angga. Kedua, ketersediaan layanan 5G di frekuensi 2.600 MHz yang sudah di tangan semua operator: di situlah kelak terlihat apakah frekuensi yang digelar pemerintah benar-benar berubah menjadi sinyal di genggaman warga. Bila keduanya tercapai, cakupan lebih dari 90 persen yang sudah diraih akan ditemani kualitas 5G yang sepadan, sesuai arah yang disampaikan Angga di Bandung pada peringatan Hari Bhakti Postel tahun ini.

Liputan lain soal infrastruktur bisa dibaca di kanal Pembangunan.

Sumber & Rujukan

  1. Cakupan Konektivitas Tembus 90 Persen, Pemerintah Kejar Kualitas 5G, Komdigi, 27 September 2026
  2. Berita dan Informasi Polri Terkini dan Terbaru Hari ini, detikcom, 28 September 2026
  3. MerahPutih | Media Berita untuk Generasi Terkini, MerahPutih, 28 September 2026
  4. Berita Olahraga Terbaru Hari ini, Kompas.com, 26 September 2026
  5. Berita Terbaru Mbg Hari Ini, Media Indonesia, 27 September 2026