Pembangunan

Prabowo Siapkan Tanggul Laut 575 Kilometer, Lindungi 50 Juta Warga

Prabowo rinci rencana Giant Sea Wall Pantura 575 kilometer, 15 segmen, target mulai awal 2027, untuk 50 juta warga dan 38 persen PDB. Ini angka dan PR-nya.

Presiden Prabowo Subianto berbicara dalam wawancara dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional pada program "Presiden Prabowo Menjawab" di Hambalang, Jawa Barat, yang ditayangkan Rabu, 16 September 2026. (ANTARA/HO-Badan Komunikasi Pemerintah)

Dalam program “Presiden Prabowo Menjawab”, Rabu 16 September 2026, Presiden merinci rencana tanggul laut raksasa Tangerang sampai Jawa Timur: 15 segmen, target mulai awal 2027, sekitar 20 tahun pengerjaan.

Presiden Prabowo Subianto merinci rencana tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) sepanjang sekitar 575 kilometer dari Tangerang sampai Jawa Timur dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang ditayangkan Rabu, 16 September 2026. Rinciannya: 15 segmen, pembangunan ditargetkan mulai awal 2027, dan seluruhnya diperkirakan memakan waktu sekitar 20 tahun, atau 10 sampai 15 tahun bila jalannya lebih cepat.

Yang hendak dilindungi bukan garis pantai kosong. Menurut Prabowo, Pantai Utara (Pantura) Jawa menampung 70 kawasan industri dan lima kawasan ekonomi, sekaligus menjadi bagian dari poros logistik nasional. Tanggul itu diproyeksikan melindungi sekitar 50 juta penduduk dan mengamankan 38 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Semua angka itu ucapan Presiden sendiri; laporan ANTARA 16 September 2026 tidak memuat rinciannya per provinsi.

Alasannya ia jelaskan dengan kalimat pendek. “Sangat vital karena di Pantai Utara Jawa itu banyak sekali industri kita di situ. Jadi, tanggul pantai, tanggul laut, breakwater,” kata Prabowo dalam wawancara dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional di Hambalang, Jawa Barat, yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah. Soal uangnya, ia menyebut sudah ada pihak yang berminat. “Sudah ada yang berminat dan sudah ada yang mau finance (mendanai) juga. Jadi, ini salah satu proyek strategis yang harus kita jalankan,” ujarnya. Siapa pemodalnya belum ia sebut.

Rencana ini punya jejak resmi yang lebih tua. Menurut rilis Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra), di forum International Conference on Infrastructure pada Kamis, 12 Juni 2025, Prabowo menyebut proyek ini dirancang sekitar 500 kilometer dari Banten sampai Gresik, Jawa Timur, dengan perkiraan investasi USD 80 miliar. Tahap awal di Teluk Jakarta ditaksir USD 8 sampai 10 miliar. Ia menyebut proyek ini sudah direncanakan sejak 1995, mengumumkan pembentukan Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa, dan menyebut Jakarta, Semarang, Pekalongan, serta Brebes sebagai wilayah paling terdampak yang jadi fokus awal. Angka 500 kilometer dan 575 kilometer adalah dua ucapan Presiden pada dua tanggal berbeda; sumber resmi belum menjelaskan perubahannya.

Pekerjaan di belakang meja sudah berjalan. Pada Jumat, 18 September 2026, Staf Khusus Menko Infra Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra mengatakan kepada detikcom bahwa Kemenko Infra bersama Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) masih mematangkan rencana induk (master plan) untuk 575 kilometer itu. Teluk Jakarta diprioritaskan karena paling rentan. Bentuknya, kata dia, mencakup tanggul pantai, tanggul laut, pemecah ombak (breakwater), serta pendekatan berbasis alam seperti mangrove, di samping struktur beton.

Yang masih jadi PR datang dari mulut Prabowo sendiri. “Program ini tidak cepat. Jakarta saja mungkin delapan tahun, kita perkirakan. Semarang mungkin lebih cepat,” katanya di program yang sama. Di forum Juni 2025 ia lebih terbuka lagi: “Ini suatu mega project. Saya akan mulai, saya tidak tahu presiden mana yang akan menyelesaikan. Tapi kita harus mulai, dan kita akan mulai.” Sampai 18 September 2026, yang tersedia memang masih rencana. Rencana induk 15 segmen belum terbit, pemodal yang disebut berminat belum diumumkan namanya, dan belum ada tanggal pemancangan di segmen mana pun. Kebutuhan biaya pun masih perkiraan Juni 2025, dibuat sebelum panjang trase disebut 575 kilometer.

Ukurannya bisa dicek dari angka yang sudah disebut. Pemancangan segmen pertama pada awal 2027 adalah tenggat yang dipatok Presiden sendiri. Sesudah itu, rencana induk 15 segmen dari BOPPJ, lengkap dengan urutan pengerjaannya, yang akan menentukan apakah 575 kilometer itu berubah dari angka wawancara menjadi garis di peta.

Sumber & Rujukan

  1. Prabowo: Giant Sea Wall lindungi warga dan ekonomi Pantura, ANTARA, 16 September 2026
  2. Minta Proyek Giant Sea Wall Segera Dimulai, Presiden Prabowo Ajak Investor Dalam dan Luar Negeri Ikut Serta, Kemenko Infra, acara 12 Juni 2025
  3. Kemenko Infra Respons Pramono, Pastikan Giant Sea Wall Jakarta Jadi Prioritas, detikcom, 18 September 2026
  4. Prabowo: Giant Sea Wall Sangat Vital, Banyak Industri di Pantura Jawa, Kompas.com, 18 September 2026
  5. Prabowo: Giant Sea Wall Sangat Vital Lindungi Warga & Ekonomi, Dibangun Mulai dari Tangerang ke Jawa Timur, ntvnews.id, 16 September 2026