Presiden Prabowo Subianto menegur TNI, Polri, jaksa, dan birokrat agar introspeksi diri. Pesan itu ia sampaikan di sela peresmian lima bendungan senilai Rp9,79 triliun di Lombok Barat.
Presiden Prabowo Subianto melayangkan teguran keras untuk aparat negara sendiri. TNI, Polri, jaksa, sampai jajaran birokrat, diminta introspeksi diri dan diingatkan bahwa jabatan yang mereka pegang adalah titipan rakyat, bukan alat untuk melindungi siapa pun dari hukum.
Pesan itu ia sampaikan Jumat (10/7/2026), di sela peresmian lima bendungan senilai Rp9,79 triliun yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Empat bendungan lain turut diresmikan pada hari yang sama, yaitu Keureuto dan Rukoh di Aceh, Jlantah di Jawa Tengah, serta Sidan di Bali.
Teguran itu muncul saat penanganan sejumlah kasus korupsi besar sedang jadi sorotan. Kortas Tipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah 13 lokasi terkait tiga perkara dugaan korupsi, termasuk kasus batu bara, dan menyita emas serta uang tunai dalam jumlah besar. KPK menyatakan siap mengambil alih perkara itu bila diperlukan. Jaksa Agung baru saja menunjuk pelaksana tugas Jampidsus setelah Febrie mundur dari jabatannya.
Prabowo tidak berbasa-basi. “Saya minta kita introspeksi terutama para birokrat. Ini banyak birokrat di sini yang saya lihat ya. Birokrat introspeksi, kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi introspeksi,” katanya, dikutip dari ANTARA.
Ia mengingatkan bahwa setiap fasilitas dan jabatan yang melekat pada aparat berasal dari rakyat. “Saudara adalah milik rakyat, bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa ya? Pakai bintang juga loh. Kau juga milik rakyat,” ujarnya.
Soal penegakan hukum, Prabowo mengaku emosinya kerap tersulut menghadapi kasus korupsi, tapi menegaskan proses harus tetap mengikuti prosedur. “Kadang-kadang saya itu hadapi maling-maling koruptor itu rasanya itu, tapi harus sesuai prosedur hukum. Ya kita laksanakan, kita akan tegakkan hukum, dan hukum itu untuk semua, bukan untuk hanya orang kuat saja, bukan hanya untuk orang kaya saja,” tegasnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pesan itu bukan yang pertama kali disampaikan Prabowo. “Presiden berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya aparatur negara, agar segera berbenah dan membersihkan diri sebelum tindakan penegakan hukum dilakukan,” kata Prasetyo, dilansir ANTARA.
Di luar isu penegakan hukum, hasil kerja pemerintah di sektor bendungan terlihat konkret. Kelima bendungan yang dibangun sejak 2015 kini didukung jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer, mengairi 39.540 hektare lahan pertanian, dan berpotensi menghasilkan 720.000 ton padi per tahun. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Prabowo bahwa dengan teknologi dan benih terbaik, lima bendungan itu bisa menyumbang produksi hingga 1 juta ton beras. Kapasitas tampung totalnya sekitar 371 juta meter kubik, mampu menyuplai air baku 3,6 meter kubik per detik, melindungi 932 hektare wilayah dari banjir, dan turut membangkitkan listrik lewat PLTA berkapasitas 9,635 megawatt serta PLTS terapung 345,94 megawatt.
Yang masih jadi pekerjaan rumah adalah bagaimana pesan introspeksi itu diterjemahkan jadi langkah nyata, bukan sekadar kutipan yang ramai dibagikan di media sosial. Publik masih menanti hasil penyidikan kasus batu bara, Asabri, dan PT KNI, sekaligus memastikan pergantian pelaksana tugas Jampidsus tidak memperlambat proses hukum yang sedang berjalan.
Prabowo menutup pidatonya dengan permintaan sederhana kepada aparat di semua lini pemerintahan. “Marilah kita bersama-sama benahi diri, perbaiki diri. Saya tidak mau lihat ke belakang, tapi saya mohon perbaiki diri, mawas diri. Jangan melawan kehendak rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan, rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan,” ujarnya.
Sumber & Rujukan:
- Prabowo minta pejabat militer, polisi dan jaksa introspeksi diri – ANTARA
- Politik-Hukum: Prabowo Minta TNI, Polri, dan Jaksa Introspeksi Diri – BeritaSatu
- Prabowo Resmikan 5 Bendungan Rp 9,79 T untuk Perkuat Ketahanan Pangan – BeritaSatu
- Presiden Prabowo Minta Pejabat Militer, Polisi, dan Jaksa Introspeksi Diri – Kompas TV


