Internasional

Prabowo Disambut Hangat Diaspora, Lalu Temui PM Modi di BRICS

Presiden Prabowo disambut hangat diaspora dan mahasiswa RI di New Delhi, lalu bertemu PM Narendra Modi di KTT ke-18 BRICS.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam prosesi penyambutan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS, Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden/aa

Presiden Prabowo Subianto disambut hangat mahasiswa dan diaspora Indonesia di New Delhi, Jumat, 11 September 2026, sebelum bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi di KTT ke-18 BRICS keesokan harinya.

Presiden Prabowo Subianto disambut hangat mahasiswa dan diaspora Indonesia di sebuah hotel di New Delhi, Jumat malam, 11 September 2026, tak lama setelah mendarat di Air Force Station (AFS) Palam pukul 22.00 waktu setempat.

Di bandara ia lebih dulu disambut Menteri Negara Urusan Batu Bara dan Pertambangan India Shri Satish Chandra Dubey, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI New Delhi Yudho Sasongko, Atase Pertahanan RI Brigjen TNI (Mar) Burhanudin, Komandan AFS Palam Brigjen Rishabh Mittal, dan Additional Secretary Kemlu India Prashant Agrawal, lengkap pasukan kehormatan dan pertunjukan budaya. Malam itu juga di hotel, giliran puluhan mahasiswa dan diaspora Indonesia yang menyambut, didampingi sejumlah pejabat negara dan jajaran KBRI New Delhi.

Hilyatu Zahra, mahasiswa doktoral IIT Delhi, baru pertama kali bertemu Presiden secara langsung. “Ini pertama kali saya bertemu dengan beliau dan beliau sangat ramah sekali,” katanya. Aiko, tiga tahun menempuh studi di Aligarh Muslim University, merasa diapresiasi. “Kami merasa sangat diapresiasi sebagai student yang ada di luar negeri karena dapat bertemu langsung dengan salah satu orang kebanggaan kita,” ujarnya. Jeremia Himawan, mahasiswa Ilmu Politik Delhi University, melihatnya sebagai penanda hubungan dua negara. “Kedatangan Bapak Prabowo menunjukkan bahwa India dan Indonesia mempunyai hubungan yang baik,” katanya.

Rombongan yang menyertai Presiden dari Jakarta berjumlah empat menteri: Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, lepas landas dari Jakarta pukul 17.00 WIB hari yang sama. Keesokan harinya, Sabtu, 12 September 2026, pukul 14.30 waktu setempat, giliran Perdana Menteri India Narendra Modi yang menyambut, saat Presiden tiba di Bharat Mandapam untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS.

KTT ke-18 BRICS berlangsung dua hari, 12-13 September 2026, tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability”. Indonesia resmi jadi anggota penuh ke-11 BRICS sejak 1 Januari 2025. New Delhi bukan yang pertama. Debut Presiden di KTT tahunan itu terjadi di Rio de Janeiro, Brasil, 6-7 Juli 2025, kurang dari enam bulan setelah keanggotaan resmi.

Di sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”, Prabowo menjelaskan alasan Indonesia bergabung dengan BRICS. “Kami adalah anggota baru BRICS, dan kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS yang telah menerima kami dengan sangat cepat sebagai anggota organisasi baru yang hebat ini, yang mewakili separuh dari populasi manusia,” katanya. Ia mengutip pepatah Nusantara, “Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh,” lalu menjelaskan maksudnya. “Inilah jenis kekuatan kolektif yang kita butuhkan. Kekuatan yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi diterjemahkan menjadi peluang bagi masyarakat kita. Kekuatan yang memungkinkan Global South memiliki suara yang lebih besar dalam membentuk masa depannya sendiri,” ujarnya.

Hari yang sama, para pemimpin BRICS mengesahkan Deklarasi New Delhi. PM Modi menandai arahnya lewat pernyataan, “Kita harus bekerja melalui kemitraan dan aksi kolektif untuk menjembatani kesenjangan antara komitmen dan hasil.” Presiden Prabowo dijadwalkan tampil di dua sesi utama KTT: sesi terbatas hari pertama, dan sesi terbuka bertema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth” pada hari kedua. BRICS kini beranggotakan 11 negara inti, dengan agenda resmi mencakup kerja sama pangan, energi, pembiayaan pembangunan, dan perdagangan antarnegara berkembang.

Yang masih jadi PR: Deklarasi New Delhi sejauh ini baru arah bersama di atas kertas. Modi sendiri, sebagai tuan rumah dan ketua BRICS tahun ini, mengakui ada jarak antara janji dan pelaksanaannya. Sesi kedua KTT pada 13 September 2026 belum berlangsung saat paket ini ditulis, dan hasil konkret dari kerja sama pangan, energi, pembiayaan pembangunan, serta perdagangan yang dibahas belum bisa diukur. Pertemuan bilateral khusus antara Presiden dan PM Modi di luar sesi resmi KTT, kalau memang ada, juga belum diumumkan lewat kanal resmi kedua negara.

Sesi kedua KTT BRICS digelar Minggu, 13 September 2026, sebelum delegasi Indonesia kembali ke Jakarta. Dua sesi yang dijadwalkan berbicara bagi Presiden, satu hari ini di forum terbatas dan satu lagi di sesi terbuka bertema “Shaping the Future for Inclusive Global Growth”, jadi bahan pertama publik menilai konsistensi Indonesia sebagai anggota penuh BRICS setelah debutnya di Rio de Janeiro tahun lalu. Deklarasi New Delhi yang diteken hari ini akan jadi ukurannya: apakah komitmen soal pangan, energi, dan pembiayaan pembangunan antarnegara berkembang benar-benar berjalan, atau berhenti sebagai kesepakatan di atas kertas seperti yang diingatkan Modi sendiri di hari pertama.

Sumber & Rujukan