Analis intelijen Stanislaus Riyanta menilai penindakan dugaan korupsi di tubuh aparat penegak hukum sebagai penentu ketahanan nasional. Ia menyoroti tiga perkara besar yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan kini ditangani Kejaksaan Agung.
Kejaksaan Agung menerima pelimpahan tiga perkara dugaan korupsi dan pencucian uang dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri dan Polda Metro Jaya pada Sabtu, 11 Juli 2026. Ketiganya adalah dugaan korupsi tata kelola batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap, pengelolaan dana investasi PT ASABRI, dan proyek pabrik di PT Krakatau Steel.
Nilai kerugian ketiga perkara disebut berlapis oleh penyidik dan auditor. Direktur Penindakan Kortastipidkor Polri Brigjen Robertus Yohanes De Deo menaksir kerugian keuangan dan perekonomian negara pada perkara batu bara sekitar Rp5 Triliun, terkait pemadaman listrik yang sempat melanda Sumatera, sebagian Kalimantan, dan Jakarta serta sekitarnya. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan saat itu, Agung Firman Sampurna, pada 31 Mei 2021 menyebut kerugian negara dalam pengelolaan investasi ASABRI sepanjang 2012 sampai 2019 mencapai Rp22,78 Triliun. Jaksa Agung ST Burhanuddin, dalam keterangan yang dikutip 19 Juli 2022, menyebut dugaan kerugian negara pada proyek Blast Furnace Complex Krakatau Steel sekitar Rp6,9 Triliun, dengan lima tersangka sudah ditetapkan.
Tiga perkara ini disorot karena nama yang ikut terseret. Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah mengundurkan diri pada dini hari 11 Juli 2026, dan beberapa jam kemudian Kortastipidkor menetapkannya sebagai tersangka dugaan korupsi serta pencucian uang dalam proses penanganan perkara ASABRI. Ia dijerat pasal gratifikasi, bukan atas nilai kerugian ASABRI itu sendiri. Di perkara batu bara dan Krakatau Steel, statusnya masih saksi. Dalam penggeledahan di kediamannya di kawasan Sentul, penyidik menemukan 74 kilogram emas dan uang tunai ratusan miliar rupiah. Kejaksaan Agung menahan Febrie pada Jumat, 24 Juli 2026.
Analis intelijen dan keamanan nasional Stanislaus Riyanta menilai penindakan semacam ini menyangkut lebih dari urusan hukum. “Ketika korupsi justru menyusup ke jantung institusi penegak hukum yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan, maka ketahanan nasional berada dalam kondisi lampu merah,” kata dosen Kajian Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia itu dalam keterangan tertulis, Minggu, 12 Juli 2026. Menurut Stanislaus, jika pejabat yang memegang otoritas penuntutan tertinggi diduga korup, kepercayaan publik pada peradilan ikut runtuh dan kepastian hukum yang dibutuhkan investasi ikut terganggu.
Ia mengaitkan langkah itu dengan filosofi yang pernah disampaikan Prabowo, “ikan membusuk dari kepalanya”, bahwa pembenahan harus dimulai dari pejabat tinggi. Stanislaus menyebut ketegasan Presiden memberantas korupsi tanpa pandang bulu sebagai momentum membangun sistem hukum yang bersih dan mengembalikan kepercayaan pada institusi negara. Ia mengusulkan sejumlah langkah lanjutan: tim pengawas eksternal independen untuk mengaudit kekayaan pejabat tinggi penegak hukum, saluran pelaporan pelanggaran yang aman, sistem karier berbasis meritokrasi, peningkatan kesejahteraan aparat, serta sanksi pemiskinan bagi aparat yang terbukti korupsi. Ia juga meminta ego antarlembaga dihapus agar Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian bekerja dalam satu visi.
Yang masih jadi PR, Febrie baru berstatus tersangka di satu dari tiga perkara, sementara di perkara batu bara dan Krakatau Steel ia masih diperiksa sebagai saksi. Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Rudi Margono menyatakan pelimpahan dari Polri ke Kejaksaan Agung ditempuh untuk mempercepat penyelesaian perkara dan memperkuat sinergi dua institusi. Rentang waktunya panjang: kerugian ASABRI sudah diaudit BPK sejak 2021, dan proyek Blast Furnace Complex Krakatau Steel yang dinyatakan mangkrak mencakup pengadaan 2011 sampai 2019.
Ukuran yang bisa dicek publik ke depan sederhana. Apakah status Febrie di perkara batu bara dan Krakatau Steel naik dari saksi ke tersangka, berapa nilai aset yang berhasil dirampas dari tiga perkara itu, dan apakah berkas ketiganya sampai ke pengadilan tanpa terhenti di tengah jalan. Perkara batu bara menyeret taksiran kerugian sekitar Rp5 Triliun, ASABRI Rp22,78 Triliun untuk periode 2012 sampai 2019, dan Krakatau Steel sekitar Rp6,9 Triliun dengan lima tersangka. Publik juga menunggu apakah usul audit kekayaan pejabat tinggi penegak hukum oleh tim pengawas independen, seperti yang diminta Stanislaus, diambil sebagai kebijakan resmi atau berhenti sebagai wacana. Emas 74 kilogram dan uang tunai yang disita dari kediaman Febrie menjadi tolok ukur paling awal seberapa jauh perampasan aset berjalan.
Sumber & Rujukan
- Pakar Intelijen Apresiasi Ketegasan Prabowo di Penanganan 3 Kasus Korupsi, news.detik.com, 12 Juli 2026
- Pakar Apresiasi Prabowo Terkait Penanganan 3 Kasus Korupsi: Tegas, news.detik.com, 12 Juli 2026
- 3 Kasus Korupsi yang Menjerat Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, nasional.kompas.com, 12 Juli 2026
- Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung, news.detik.com, 24 Juli 2026
- Presiden Prabowo Pastikan Pemberantasan Korupsi tanpa Pandang Bulu, rri.co.id
- Presiden Prabowo Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, setkab.go.id, 2 Februari 2026



