Sebuah platform pendidikan buatan dalam negeri mengalahkan 1.596 inovasi dari 122 negara di ajang badan telekomunikasi PBB. Ini kemenangan pertama Indonesia di kategori e-Government sejak 2012.
Seorang guru di pedalaman Nias kini bisa membuka kelas pelatihan yang sama dengan koleganya di Jakarta, lewat satu pintu digital yang sama. Pintu itu bernama Rumah Pendidikan, dan pada Kamis 9 Juli 2026 platform tersebut berdiri di panggung Jenewa sebagai pemenang WSIS Prizes 2026 kategori e-Government.
Menurut keterangan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, penghargaan diterima Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, yang mewakili Menteri Abdul Mu’ti. Ajang ini diselenggarakan International Telecommunication Union, badan telekomunikasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Yang membuat capaian ini berbeda adalah predikatnya. Sejak WSIS Prizes pertama digelar pada 2012, kategori Action Line C7 e-Government dikuasai bergantian oleh India, Bangladesh, Arab Saudi, Türkiye, Rusia, Tiongkok, Azerbaijan, dan Uni Emirat Arab. Indonesia pernah masuk jajaran Champion pada 2021 lewat aplikasi JAKI milik Pemprov DKI Jakarta, tetapi belum pernah menyentuh posisi Winner. Baru pada 2026 posisi itu diisi nama Indonesia.
Saringan berlapis
Kemendikdasmen memaparkan alur seleksinya. Sebanyak 1.596 inovasi digital dari 122 negara masuk ke meja panitia. Dewan juri internasional memangkasnya menjadi 360 nominasi. Publik lalu memberi lebih dari 2,2 juta suara, yang menghasilkan 90 Champion Project. Pada tahap akhir, panel pakar menetapkan 18 Winner dan 72 Champion untuk 18 kategori WSIS Action Lines.
Indonesia tidak datang sendirian. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, dalam keterangan yang dikonfirmasi ANTARA pada Juni lalu, menyebut tiga inisiatif Indonesia menembus jajaran 90 Champion tahun ini: Rumah Pendidikan, program Anugerah Bug Bounty dari Kemendikdasmen, dan platform Jakarta Lawan Hoaks milik Pemprov DKI.
“Saya melihat yang jadi nominee dan pemenang di WSIS tahun ini bobotnya makin kuat sejak tiga tahun terakhir,” kata Nezar.
Angka di balik platform
Rumah Pendidikan diluncurkan pada Januari 2025. Kemendikdasmen menyebut ekosistemnya kini mengintegrasikan 66 layanan pendidikan dengan lebih dari 6,9 juta pengguna dan lebih dari 67 juta kunjungan. Ruang Murid, salah satu kanalnya, tercatat dikunjungi lebih dari 37,7 juta kali oleh sekitar 3,6 juta pengguna yang mengakses 4.843 sumber belajar tanpa biaya.
Untuk tata kelola berbasis data, kementerian menyebut 339.000 satuan pendidikan bersama pemerintah daerah di 513 kabupaten/kota sudah memanfaatkan Rapor Pendidikan lewat platform ini. Sebanyak 288.865 satuan pendidikan juga telah menerima Interactive Flat Panel sebagai perangkat pendukung.
Angka yang paling menarik justru datang dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Kemendikdasmen mencatat 104.814 guru di wilayah 3T memakai layanan Rumah Pendidikan, atau sekitar 54,6 persen dari total guru di sana.
Yang masih jadi pekerjaan rumah
Persentase 54,6 persen itu berarti hampir separuh guru 3T belum tersentuh. Di negara dengan lebih dari 17.000 pulau, kendalanya jarang soal aplikasi, melainkan listrik, sinyal, dan waktu guru yang sudah habis untuk urusan administratif.
Kemendikdasmen sendiri menutup keterangannya dengan pengakuan serupa, bahwa ukuran keberhasilan transformasi digital terletak pada bertambahnya anak yang memperoleh kesempatan belajar lebih baik.
Duta Besar/Deputi Wakil Tetap RI di Jenewa, Achsanul Habib, yang hadir di acara penyerahan, menyebut pengakuan ini menunjukkan inovasi Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Jenewa sendiri salah satu pusat diplomasi digital dunia, dan kursi yang diduduki Indonesia di sana tahun ini sedikit lebih depan dari tahun-tahun sebelumnya.
Sumber & Rujukan
- Kemendikdasmen, “Perjalanan Rumah Pendidikan Menjadi Juara Dunia WSIS Prizes 2026: Dari Gagasan Menuju Panggung PBB”, 10 Juli 2026 | https://www.kemendikdasmen.go.id/berita/15735-perjalanan-rumah-pendidikan-menjadi-juara-dunia-wsis-prizes-2026-dari-gagasan-menuju-panggung-pbb
- ANTARA News, “Tiga inovasi digital Indonesia raih pengakuan di WSIS Prizes 2026”, 11 Juni 2026 | https://www.antaranews.com/berita/5604387/tiga-inovasi-digital-indonesia-raih-pengakuan-di-wsis-prizes-2026
- Portal Rumah Pendidikan | https://rumah.pendidikan.go.id
