Ekonomi

Prabowo Siapkan 4 Stimulus Akhir 2026, Jaga Daya Beli Warga

Empat stimulus ekonomi kuartal IV 2026 atas arahan Presiden Prabowo, dari bantuan beras dan subsidi upah sampai diskon transportasi Nataru.

Prabowo Siapkan 4 Stimulus Akhir 2026, Jaga Daya Beli Warga
Airlangga Hartarto melapor kepada Presiden Prabowo Subianto, Rabu, 21 Oktober 2026. (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

Pemerintah menyiapkan stimulus akhir 2026 pada kuartal IV 2026 atas arahan Presiden Prabowo Subianto, setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Keempat program stimulus akhir 2026 itu, menurut ANTARA, adalah satu orang satu rekening, bantuan pangan beras, bantuan subsidi upah, dan stimulus transportasi untuk Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Kompas TV, 25 Oktober 2026, menyebut tujuannya: menjaga daya beli masyarakat pada akhir 2026.

Isi Stimulus Akhir 2026

Program satu orang satu rekening dijalankan pada kuartal keempat bagi masyarakat berusia di atas 17 tahun, terutama kelompok desil 1 hingga desil 4, dengan anggaran Rp1,28 triliun, menurut Kompas TV dan ANTARA.

Bantuan pangan beras diberikan 10 kilogram per bulan untuk 33,24 juta KPM, anggarannya Rp17,54 triliun, menurut ANTARA.

Bantuan subsidi upah disebut ANTARA sebesar Rp300 ribu untuk tiga bulan, sementara Suara menyebut sasarannya 13,3 juta pekerja.

Stimulus Nataru mencakup diskon 30 persen untuk tiket dan 30 persen untuk kapal, harga spesial jasa kepelabuhan dari ASDP, serta PPN ditanggung pemerintah untuk perjalanan udara di dalam negeri. Program itu disetujui pertengahan tahun, diperkirakan bermanfaat bagi 6,6 juta masyarakat, dengan anggaran sekitar Rp883,4 miliar, menurut ANTARA.

PPN ditanggung pemerintah dilanjutkan untuk rumah di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar, disertai relaksasi iuran jaminan kehilangan kerja dan jaminan kematian, tambahan manfaat jaminan kerja, serta KPR bersubsidi dan MBT, menurut ANTARA.

Angka Ekonomi yang Dilaporkan

“Ekonomi dan stabilitas sektor riil, ini ekonomi kita terus tumbuh di atas 5 persen, yaitu 5,45 persen, di mana ini lebih tinggi dari global rata-rata yang 3 persen dan kita di sini tertinggi di G20 Pak Presiden, dan juga salah satu yang tertinggi di ASEAN,” ujar Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Dari sisi manufaktur, ia menyebut PMI naik lagi ke 52,4, di atas 50. Surplus dagang positif 7,25, indeks konsumen 118,1, pengangguran terendah 4,65 persen, dan rasio gini membaik ke 0,368, menurut ANTARA.

Yang masih jadi PR adalah data calon penerima program satu orang satu rekening yang masih dicocokkan bersama kementerian terkait, kata Airlangga, sementara defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat 1,24 persen dan sesuai arah yang direncanakan. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 5,75 persen, imbal hasil surat berharga negara tenor 10 tahun 7,21 persen, cadangan devisa 146,3 miliar dolar AS yang cukup membiayai 6,5 bulan impor, dan kredit bank tumbuh 13,65 persen, menurut ANTARA dan Suara. Airlangga juga menyebut industri pusat data Batam tumbuh 22 persen. Airlangga juga menyebut program magang nasional dan vokasi nasional berlanjut pada 2027, dengan masing-masing 150 ribu dan 300 ribu peserta, menurut IDN Times.

Ukuran yang bisa dicek sesudahnya ada pada penyaluran stimulus akhir 2026: rekening untuk kelompok desil 1 hingga desil 4, beras 10 kilogram per bulan, subsidi upah, dan diskon transportasi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Baca juga: Bulog Siapkan Stok Beras 4,8 Juta Ton untuk 33,2 Juta Penerima

Sumber & Rujukan

  1. Menko Airlangga Lapor Presiden Prabowo soal Stimulus Akhir 2026, Kompas TV, 25 Oktober 2026
  2. Di SKP, Menko Airlangga lapor Prabowo ekonomi tumbuh 5,45 persen, ANTARA
  3. Lapor Prabowo, Menko Airlangga: Ekonomi tumbuh 5,45 persen, Berita Prioritas, 25 Oktober 2026
  4. Menko Airlangga Laporkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45 Persen kepada Prabowo, Suara
  5. Airlangga Lapor Prabowo, Bakal Ada Stimulus Nataru 2027, IDN Times, 23 Oktober 2026