Presiden Prabowo menyebut target swasembada pangan empat tahun tuntas dalam setahun oleh tim pangan pimpinan Mentan Amran. Penopangnya surplus beras 3,67 juta ton pada 2026.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan target swasembada pangan yang semula dia beri tenggat empat tahun sudah tercapai dalam satu tahun. Pernyataan itu dia sampaikan dalam wawancara dengan para pemimpin redaksi media nasional pada program “Presiden Prabowo Menjawab” di Hambalang, Jawa Barat, Rabu, 16 September 2026, yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah dan ditayangkan CNN Indonesia sehari kemudian. Angka penopangnya sudah dilaporkan sebulan lebih awal. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut surplus beras sekitar 3,67 juta ton pada 2026, selisih dari proyeksi produksi 34,77 juta ton dengan kebutuhan dalam negeri 31,10 juta ton, saat memimpin upacara HUT Ke-81 RI di Jakarta, 17 Agustus 2026.
Pangan ada di urutan pertama dari tiga urusan yang, menurut Prabowo di forum yang sama, harus diamankan lebih dulu, disusul energi dan kemiskinan. Urutannya dia jelaskan dengan alasan yang sederhana. “Kita swasembada pangan berarti kita relatif aman menghadapi banyak masalah,” ujar Prabowo, seperti dikutip CNN Indonesia, 17 September 2026. Negara yang tidak bergantung pada beras dari luar, menurut dia, punya ruang bergerak lebih lebar saat guncangan datang.
Yang memangkas tenggat itu, menurut Prabowo, adalah timnya. Dia menyebut Amran dan tim pertanian sebagai pihak yang mengerjakannya. “Saya beri waktu tadinya swasembada pangan 4 tahun,” katanya. “Dari 4 tahun, dia bisa hasilkan swasembada pangan 1 tahun.” Prabowo juga mengaku sengaja menekan laju kerja kabinet. “Jadi, kalau Anda bilang saya ngegas, iya,” ujarnya di wawancara yang sama. Pembaca yang menduga tenggat pendek itu baru disebut sekarang keliru. Pada peresmian PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, 25 Agustus 2026, Prabowo sudah mengatakan, “Dulu swasembada pangan saya beri target 4 tahun, tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil 1 tahun,” lalu memakainya untuk memangkas target tim energi dari tiga tahun menjadi dua tahun.
Angka yang menopang klaim itu berasal dari Kementerian Pertanian. Produksi beras 2026 diproyeksikan 34,77 juta ton, kebutuhan 31,10 juta ton, surplusnya sekitar 3,67 juta ton, menurut Amran pada 17 Agustus 2026. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), dalam data yang dikutip Okezone pada laporan yang sama, memperkirakan produksi beras Indonesia 38,6 juta ton untuk musim 2026/2027. Pada 16 September 2026 pula, usai rapat terbatas di Istana Negara, Amran melaporkan bahan baku biodiesel B50 dan bioetanol sudah disiapkan sektor pertanian, dengan produksi padi tetap dijaga sesuai arahan Presiden. Penilaian dari luar pemerintah juga ada, walau baru dari satu lembaga: IndexPolitica Indonesia memberi Amran skor kinerja 91 dalam evaluasi yang dirilis September 2026, seperti dilaporkan Fajar.
Yang masih jadi PR datang dari mulut Presiden sendiri. Pangan baru urusan pertama. “Habis itu kita harus amankan BBM,” kata Prabowo di Hambalang, seperti dilaporkan ANTARA, 16 September 2026, merujuk program B50 berbasis sawit dan pembangkit surya skala besar yang masih dikerjakan. Amran mengakui agenda energi itu menuntut penjagaan di sisi pangan: arahan Presiden, kata dia usai ratas 16 September, adalah agar padi dan beras tetap dijaga di tengah penguatan B50. Angka FAO dan angka Kementan juga berbeda basis, 38,6 juta ton untuk musim 2026/2027 dan 34,77 juta ton untuk tahun 2026, sehingga keduanya tidak bisa dibandingkan langsung. Soal survei kepuasan publik yang turun, Prabowo memilih menjawab dengan sambutan warga di lapangan, “setiap kali saya muncul di rakyat, rakyat berbondong-bondong nyambut saya,” dan tidak menyebut angka survei mana pun.
Ukuran berikutnya sudah tersedia di angka-angka di atas. Surplus 3,67 juta ton adalah proyeksi tahun berjalan, jadi realisasi produksi 2026 yang dirilis BPS pada awal 2027 akan memperlihatkan apakah angka 34,77 juta ton itu tercapai. Di sisi energi, Prabowo sendiri yang memasang tenggatnya: dua tahun untuk PLTS 100 GWp, dengan tanda kehormatan bagi tim yang menuntaskannya lebih cepat, seperti dia janjikan di Gilimanuk.
Sumber & Rujukan:
- Prabowo Jawab soal Kebut Program Prioritas dan Survei Kepuasan Turun, CNN Indonesia, 17 September 2026
- Prabowo tegaskan fokus selesaikan soal pangan, energi, dan kemiskinan, ANTARA, 16 September 2026
- Prabowo Terpukau Kinerja Amran: Saya Tak Kenal, Bukan Orang Gerindra, Tapi Hebat, Fajar, 17 September 2026
- Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan dan Energi, Koran Jakarta, 17 September 2026
- Prabowo Targetkan RI Swasembada Pangan dalam 4 Tahun: Berhasil 1 Tahun, Kompas.com, 25 Agustus 2026
- Kado Mentan untuk HUT Ke-81 RI: Swasembada Pangan dari 4 Tahun Jadi 1 Tahun, Okezone, 17 Agustus 2026
- Prabowo: investasi besar-besaran siap masuk Indonesia, ANTARA, 16 September 2026 (sumber foto)



