Solar CN 48 tidak lagi dibeli dari luar negeri setelah biodiesel B50 beredar. Di Hambalang, Prabowo menempatkan pengamanan BBM tepat di belakang pangan.
Indonesia tidak lagi mengimpor solar jenis CN 48 sejak 1 Juli 2026. Tanggal itu disebut sendiri oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR, Senayan, 14 Agustus 2026, dan jenis solarnya dipertegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 17 September 2026. Penggantinya adalah biodiesel B50: separuh minyak sawit olahan (FAME), separuh solar fosil.
Angkanya bisa dijumlahkan sendiri. Sebelum B50, menurut Bahlil sebagaimana dikutip Kompas.com dalam artikel cek fakta 18 Agustus 2026, Indonesia membeli 3 juta hingga 4 juta kiloliter solar dari luar negeri setiap tahun. Konsumsi solar nasional, masih menurut Bahlil, berada di kisaran 38 juta sampai 40 juta kiloliter per tahun. Di Istana pada 17 September ia memakai angka 39 juta kiloliter.
Ketergantungan itulah yang disinggung Prabowo di Hambalang, Jawa Barat. Dalam program “Presiden Prabowo Menjawab”, wawancara dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah pada Rabu 16 September 2026, Presiden menaruh BBM tepat di belakang pangan dalam daftar prioritasnya. “Yang paling mendasar adalah bagi saya, saya harus amankan pangan. Habis itu kita harus amankan BBM,” katanya. Jawaban untuk BBM, menurut rilis yang sama, adalah bahan bakar nabati berbasis sawit termasuk B50, ditambah pembangkit surya skala besar.
Bahlil menjelaskan mekanismenya sehari kemudian. “B50 ini adalah hasilnya dari CPO dicampur dengan metanol kemudian menjadi FAME yang ini yang mengantarkan kita untuk tidak lagi kita melakukan impor solar untuk khusus CN 48,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, 17 September 2026. Dua kata di ujung kalimatnya penting. Bahlil tidak menyebut seluruh jenis solar, hanya solar dengan angka setana 48. Dari pengalaman itu, kata Bahlil, Presiden memerintahkan penyusunan langkah yang sama untuk bensin campur etanol, mulai E20 lalu E50.
Pekerjaannya sudah berjalan sebelum September. B50 diluncurkan 9 Juli 2026 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat. Dua pekan sebelumnya, di Energy Forum CNBC Indonesia, Hotel Borobudur, Jakarta, 25 Juni 2026, Bahlil menghitung 300.000 barel solar per hari yang dikonversi ke FAME, sehingga impor minyak mentah turun dari 1 juta barel per hari menjadi 700.000 barel per hari. Per Juli 2026, B50 sudah tersedia di 57 persen SPBU Pertamina. Untuk bensin, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan di Istana pada Rabu 16 September 2026 bahwa Menteri Pertanian diminta menyiapkan rencana lahan bioetanol, dengan E20 sebagai tahap pertama dan E50 sebagai tujuan jangka panjang.
Yang masih jadi PR justru tersirat dari kata “khusus” tadi. Klaim nol impor berlaku untuk CN 48, bukan untuk semua kelas solar, dan Bahlil sendiri yang memberi batasnya. Sebaran B50 juga belum rata: 57 persen SPBU Pertamina per Juli 2026, dengan target 100 persen pada 1 Oktober 2026. Untuk naik ke B70 sampai B80 seperti yang diusulkan Bahlil pada 25 Juni, dibutuhkan tambahan lahan sawit yang sampai kini belum diumumkan luasnya. Bensin campur etanol malah baru di tahap perintah: belum ada tanggal peluncuran E20.
Tiga angka bisa dipegang untuk mengecek janji ini. Pertama, apakah 100 persen SPBU Pertamina menjual B50 pada 1 Oktober 2026. Kedua, apakah impor solar CN 48 tetap nol sepanjang semester kedua 2026, ketika konsumsi 39 juta kiloliter setahun berjalan penuh dengan campuran sawit. Ketiga, kapan langkah E20 yang diperintahkan Presiden pada 17 September mendapat tanggal.
Sumber & Rujukan
- Prabowo tegaskan fokus selesaikan soal pangan, energi, dan kemiskinan, ANTARA, 16 September 2026
- Prabowo: Pemerintah fokus selesaikan soal pangan, energi, kemiskinan, ANTARA Yogyakarta, 16 September 2026
- Tiru Kesuksesan B50 Setop Impor Solar, Prabowo Minta Bahlil Siapkan Pengembangan E50, Liputan6.com, 17 September 2026
- CEK FAKTA: Prabowo Sebut Indonesia Stop Impor Solar Sejak 1 Juli 2026, Kompas.com, 18 Agustus 2026
- B50 Siap Beredar Juli, Bahlil Pastikan RI Setop Impor Solar Tahun Ini, CNBC Indonesia, 25 Juni 2026



