Lima hari setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores, seribu lebih sekolah sudah menyalakan kembali kegiatan belajar dengan cara apa pun yang bisa dipakai. Tenda, ruang tamu, dan sambungan daring semuanya terpakai.
Sebanyak 1.159 sekolah di wilayah gempa Flores sudah menyalakan kembali kegiatan belajar per 20 Agustus 2026, lima hari setelah bumi berguncang. Angka itu tercatat dalam laporan satuan pendidikan yang masuk ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan mencakup 116.324 murid.
Rinciannya bisa dijumlahkan sendiri: 923 satuan pendidikan menjalankan belajar dari rumah, 171 memakai kelas daring, 35 sudah membuka kelas darurat, dan 30 kembali tatap muka. Empat cara, satu tujuan yang sama.
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Laut Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan kerusakannya di sektor pendidikan tergolong dalam. Kemendikdasmen mencatat 1.378 satuan pendidikan terdampak di tujuh kabupaten, 502 di antaranya rusak berat. Dari 8.664 ruang kelas yang terdata, 5.521 rusak atau 63,7 persen, dengan 2.229 di antaranya hancur. Sebanyak 21.166 guru dan tenaga kependidikan ikut terdampak, sekitar 38.000 warga sekolah mengungsi, dan tiga murid serta satu guru meninggal dunia. Seluruh angka itu berasal dari Siaran Pers Nomor 747/sipers/A6/VIII/2026 tertanggal 22 Agustus 2026 dengan potong data 20 Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto mendatangi posko pengungsian di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Di sana dia menjelaskan mengapa sekolah dibuka lebih dulu di tenda alih-alih menunggu gedung selesai diperbaiki. “Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka,” kata Prabowo, “untuk keamanan sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu.” Alasannya teknis. “Menurut para ahli kita butuh kurang lebih, sabar, mungkin maksimal tiga minggu lagi baru lewat aman,” ujarnya, sebelum pembangunan hunian sementara dan perbaikan rumah dimulai.
Bumi Flores memang belum benar-benar diam.
Barang bantuannya berangkat lebih dulu daripada rombongan. Kemendikdasmen mengirim 50 tenda darurat sejak 17 Agustus 2026 lewat dua klaster kargo laut yang merapat di Pelabuhan Labuan Bajo dan Ende pada 22 dan 23 Agustus. Sampai 20 Agustus, 4.500 bingkisan anak, 800 school kit, dan 400 family kit sudah dibagikan. Dalam antrean distribusi berikutnya ada 100 tenda ruang kelas, 5.000 school kit, 1.500 family kit, 6.238 mebelair, 3.956 papan tulis, dan 123.522 buku. Sambungan internet Starlink dipasang untuk daerah yang jaringannya putus, dan dukungan psikososial digarap bersama Himpunan Psikologi Indonesia. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan sekolah terdampak diprioritaskan masuk program revitalisasi 2026.
Pekerjaan rumahnya masih panjang, dan itu diakui sendiri oleh para pejabat yang menanganinya. Dari 1.378 satuan pendidikan terdampak, 110 belum mengirimkan laporan kondisi, sehingga peta kerusakan belum utuh. Di Nagekeo, gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang baru diresmikan pada 18 Desember 2024 mendapat label merah dari tim pemeriksa teknis dan tidak boleh dipakai. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nagekeo Seri Babo Nuwa menyebut gedung itu dirancang sebagai rumah peradaban dan laboratorium sumber daya manusia, dan anak-anak yang biasa membaca di sana kini bertanya ke mana mereka harus pergi. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meminta tambahan 500 tenda belajar berkapasitas 30 sampai 50 murid serta keringanan biaya sekolah bagi anak korban gempa. Masa tanggap darurat pun diperpanjang: 29 Agustus sampai 12 September 2026 untuk enam kabupaten, dan tiga bulan khusus untuk Nagekeo.
Yang bisa dicek pada pertengahan September nanti sederhana. Apakah 100 tenda ruang kelas dan 123.522 buku sudah sampai ke tujuh kabupaten, apakah 110 satuan pendidikan yang belum melapor sudah masuk data, dan apakah 502 sekolah rusak berat sudah berdiri di daftar revitalisasi 2026. Tenggat tiga minggu yang disebut Presiden jatuh di rentang waktu yang sama.
Sumber & Rujukan
- Anak-anak NTT Titip Harapan kepada Prabowo Bangun Kembali “Rumah Peradaban”, prabowosubianto.com
- Anak-anak NTT Titip Harapan kepada Prabowo Bangun Kembali “Rumah Peradaban”, Nusantara TV
- Anak-anak NTT Titip Harapan kepada Prabowo Bangun Kembali “Rumah Peradaban”, Radio Idola Semarang
- Siaran Pers: Kemendikdasmen Bersinergi dengan Pemda Terapkan Berbagai Metode Pembelajaran Pascagempa Flores, Kemendikdasmen
- Siaran Pers: Gerak Cepat Kemendikdasmen Tangani Dampak Gempa Flores, Kirim 50 Tenda Darurat dan Bantuan Sekolah, Kemendikdasmen
- Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Terdampak Gempa NTT, Puslapdik Kemendikdasmen
- Prabowo Kunjungi Korban Gempa NTT: Sekolah di Tenda Dulu, Liputan6
- Temui Korban Gempa NTT, Prabowo Belasungkawa bagi yang Kehilangan Keluarga, detikcom
- Senyum Anak-Anak Nagekeo Sambut Prabowo di Tenda Pengungsian Gempa NTT, Investor Trust
- Melki Minta Prabowo Bantu Tenda Belajar hingga Ringankan Biaya Sekolah Anak Korban Gempa Flores, Haluan NTT
- Pemprov NTT Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores, Ekora NTT
- Gedung Perpustakaan Nagekeo Diresmikan Jadi Rumah Peradaban dan Laboratorium SDM, Pemkab Nagekeo



